Tampilkan postingan dengan label KARIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARIR. Tampilkan semua postingan
Lowongan Kerja Therapist Refleksi di Luar Negeri
| 0 komentar
Lowongan Kerja Sekuriti
| 0 komentar
Lowongan Kerja Sekuriti
Untuk Penempatan di wilayah Jabodetabek
Perkantoran dan Apartemen
Syarat :
- Usia max 35 tahun
- Tinggi Badan Min 168 cm
- Pendidikan Min SMA/SMU
- SKCK Asli dan masih hidup
- Foto Copy Ijazah
- Surat Keterangan Dokter
- Pas Photo 4x6 4 lembar (Background Biru)
- Tidak Berkacamata dan Tidak Bertato/Tindik
Info Lengkap :
0813 8701 6194 (WA)
0821 1419 0444 (WA)
Perkantoran dan Apartemen
Syarat :
- Usia max 35 tahun
- Tinggi Badan Min 168 cm
- Pendidikan Min SMA/SMU
- SKCK Asli dan masih hidup
- Foto Copy Ijazah
- Surat Keterangan Dokter
- Pas Photo 4x6 4 lembar (Background Biru)
- Tidak Berkacamata dan Tidak Bertato/Tindik
Info Lengkap :
0813 8701 6194 (WA)
0821 1419 0444 (WA)
Dibutuhkan SEGERA Suster/Perawat untuk Care Giver (Pendamping Lansia/Orang Sakit) dan Governess (Pendamping Anak Usia Dini)
| 0 komentar
Kesempatan Berkarya dan Beramal...
Dibutuhkan SEGERA Suster/Perawat untuk Care Giver (Pendamping Lansia/Orang Sakit) dan Governess (Pendamping Anak Usia Dini)
Persyaratan :
1. Wanita/Pria usia 18 - 35 tahun
2. Lulus SMU/Sederajat, D1 Keperawatan, D1 Kebidanan, D3 Akper (Fresh Graduate)
3. Pengalaman/Non Pengalaman
4. Berkepribadian Dewasa, Memiliki Jiwa Pelayanan dan Minat untuk bekerja Melayani Klien dirumah
5. Minimum TB : 150 CM dan BB : 45 Kg (Proporsional)
6. Diutamakan Single/Single Parent
Kelengkapan Dokumen :
1. Ijazah Asli Terakhir beserta foto copynya
2. Foto copy KTP dan kartu Keluarga
3. Foto 3 Lembar ukuran 3x4 berwarna
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. SKCK dari Kepolisian
Info Lengkap :
0895 3320 2 8073
0856 9161 6650 (WA)
Dibutuhkan SEGERA Suster/Perawat untuk Care Giver (Pendamping Lansia/Orang Sakit) dan Governess (Pendamping Anak Usia Dini)
Persyaratan :
1. Wanita/Pria usia 18 - 35 tahun
2. Lulus SMU/Sederajat, D1 Keperawatan, D1 Kebidanan, D3 Akper (Fresh Graduate)
3. Pengalaman/Non Pengalaman
4. Berkepribadian Dewasa, Memiliki Jiwa Pelayanan dan Minat untuk bekerja Melayani Klien dirumah
5. Minimum TB : 150 CM dan BB : 45 Kg (Proporsional)
6. Diutamakan Single/Single Parent
Kelengkapan Dokumen :
1. Ijazah Asli Terakhir beserta foto copynya
2. Foto copy KTP dan kartu Keluarga
3. Foto 3 Lembar ukuran 3x4 berwarna
4. Surat Keterangan Sehat dari dokter
5. SKCK dari Kepolisian
Info Lengkap :
0895 3320 2 8073
0856 9161 6650 (WA)
Telat Datang Interview? Segera Lakukan Hal Ini
| 0 komentar
Kamu pasti pernah mendengar istilah, Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Namun bisakah istilah tersebut berlaku saat kamu akan diwawancara kerja?
Ketika ada panggilan wawancara dan kamu terlambat, kira - kira apa yang akan kamu lakukan?
Pulang ke rumah atau menghadapi proses wawancara yang seharusnya sudah berlangsung beberapa menit ?
Kita memang tidak memprediksi kejadian yang akan datang.
Seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi saat kita akan datang interview atau bisa saja musibah yang tiba - tiba terjadi pada hari wawancara kerja, kita tidak bisa memprediksi itu semua bukan?
Saat panggilan interview dari perusahaan idamanmu datang, apa yang akan kamu lakukan jika hal buruk seperti terlambat terjadi kepadamu ?
Namun bisakah istilah tersebut berlaku saat kamu akan diwawancara kerja?
Ketika ada panggilan wawancara dan kamu terlambat, kira - kira apa yang akan kamu lakukan?
Pulang ke rumah atau menghadapi proses wawancara yang seharusnya sudah berlangsung beberapa menit ?
Kita memang tidak memprediksi kejadian yang akan datang.
Seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi saat kita akan datang interview atau bisa saja musibah yang tiba - tiba terjadi pada hari wawancara kerja, kita tidak bisa memprediksi itu semua bukan?
Saat panggilan interview dari perusahaan idamanmu datang, apa yang akan kamu lakukan jika hal buruk seperti terlambat terjadi kepadamu ?
Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Terlambat Datang Wawancara :
Informasikan Keterlambatanmu
Jika memungkinkan, segera beritahu kepada HRD perusahaan yang akan mewawancaraimu bahwa kamu ada musibah dan akan terlambat datang. Beritahu lewat telepon langsung dan jangan lupa untuk memberitahu kira - kira kapan kamu bisa datang.
Bila waktu yang dijanjikan tidak cocok dengan jadwal pewawancara, segera bertanya apakah memungkinkan untuk diatur ulang jadwal untuk interview.
Setiap orang sudah mempunyai jadwal masing-masing. Jika kamu berjanji untuk datang jam 13.30 tapi kamu malah datang jam 14.00, itu artinya kamu sudah mengacaukan jadwal seseorang.
Dengan mengajukan untuk reschedule itu artinya kamu menghargai waktu orang lain.
Siapkan Alasan yang Rasional
Setelah menginformasikan mengenai keterlambatan, hal selanjutnya adalah menjelaskan kenapa kamu terlambat.
Sampaikan alasan yang rasional. Alasan seperti lupa jika ada jadwal interview, macet luar biasa atau ada meeting dadakan merupakan alasan klise yang akan mengernyikan dahi pewawancara.
Alasan yang akan diterima adalah seperti adanya keluarga yang meninggal, adanya pohon tumbang di perjalanan kamu menuju tempat interview atau terjadi tsunami yang menggulingkan kendaraanmu.
Alasan - alasan tersebut kemungkinan akan diterima oleh pewawancara dan tidak terdengar klise.
Ingat, usahakan untuk tidak datang terlambat. Namun, jika kamu terpaksa terlambat, lebih baik kamu menjelaskan alasan keterlambatanmu dengan jujur.
Minta Maaf, Tapi Jangan Lebay
Hal yang tidak kalah penting untuk kamu lakukan ketika datang terlambat adalah meminta maaf, tapi jangan sampai berlebihan.
Sampaikan permintaan maafmu secara professional.
Tidak masalah bila kamu meminta maaf melalui telepon ataupun secara langsung, namun lakukan seperlunya dan jangan berlebihan.
Sampaikan permintaan maaf secara sewajarnya dan pastikan kamu mengucapkannya dengan tulus. Sehingga pewawancara tahu bahwa kamu sangat menyesal datang terlambat, tapi jangan sampai berlebihan.
Pewawancara pasti akan mengerti dan akan memaklumi keterlambatanmu. Jika kamu menyampaikan secara berlebihan, ada kemungkinan kamu akan menyampaikan alasan tidak masuk akal. Dan hal tersebut akan mengganggu pewawancara.
Tenangkan Diri Terlebih Dulu
Biasanya ketika datang terlambat, kamu pasti akan terburu - buru untuk masuk ke ruangan. Padahal itu sangat tidak dianjurkan. Tenangkan diri dulu sekitar 10 menit sebelum masuk ke ruangan wawancara.
Masuk ke dalam ruangan interview dalam kondisi terburu-buru akan meninggalkan kesan yang tidak baik.
Pergunakan waktu 10 menit tersebut dengan melakukan kegiatan yang membuatmu tenang, seperti mendengarkan musik, pergi ke toilet atau fokus ke hal - hal yang membuatmu senang.
Dalam keadaan terburu - buru, tekanan darahmu akan tinggi dan denyut jantungmu pun berdenyut cepat, hal tersebut tentunya akan menimbulkan kesan yang buruk dihadapan pewawancara.
Tetap Berpikir Positif
Datang terlambat memang merupakan awal yang salah, namun jangan sampai hal ini menjatuhkan semangatmu dalam wawancara kerja. Kamu tetap harus bisa untuk berpikiran positif.
Seperti saran dari buku fenomenal The Secret karya Rhonda Byrne, dengan berpikir positif hasil yang akan kamu dapatkan positif pula.
Sampaikan bahwa kamu tidak biasanya untuk datang terlambat. Bayangkan bahwa pewawancara tersebut akan menjadi rekan kerjamu nanti.
Berikanlah ia kesempatan untuk mengetahui dirimu lebih dalam, terutama kelebihan yang kamu punya, seperti caramu menghadapi hal-hal buruk saat akan menghadiri rapat penting.
Dengan kamu mendapat undangan interview, itu artinya sudah 80% perjuanganmu untuk sukses mendapatkan pekerjaan.
Jadikan suksesmu 100% dengan menghadiri undangan tersebut.
Buktikan Kamu Bisa Beradaptasi
Di salah satu adegan di film The Pursuit of Happyness, Chris Gadner mengalami kejadian tidak menyenangkan saat akan datang menghadiri interview, yakni pakaian yang ia kenakan sangat tidak sesuai untuk dipakai wawancara kerja. Walaupun begitu, ia bisa membuktikan bahwa ia bisa beradaptasi dan mengesankan calon rekan kerjanya.
Proses interview dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengetahui diri calon karyawan lebih dalam dan mencari tahu apakah ia cocok dengan posisi tersebut atau tidak.
Bagaimana kamu menempatkan diri saat di bawah tekanan dan bagaimana caramu menangani masalah dapat menjelaskan siapa dirimu sesungguhnya. Jika kamu datang terlambat saat wawancara, HRD akan menggunakan kesempatan ini untuk menilai bagaimana kamu menangani kejadian tidak terduga dan apa yang akan kamu lakukan untuk menanganinya.
Jika kamu datang terlambat, bukan berarti kesempatan untuk diterima pekerjaan hilang total. Siapkan dirimu dan hadapi situasi tersebut dengan profesional dapat menyelamatkan saat wawancara.
Lowongan Kerja Luar Negeri 2016
| 0 komentar
Info Lowongan Kerja Luar Negeri
Destination :
- Malaysia
- Singapore
- Hongkong
- Taiwan
Job Description :
- Pabrik
- Tukang Batu
- PRT
- Profesional
Syarat :
- Umur Max 35 Tahun
- KTP,KK, Ijazah ( Min SD )
- SKCK
- Surat Ijin Orang Tua, Ijin RT/RW/Kelurahan
Proses Mudah dan Cepat
Minat????
HUB :
Ibu Octavia
0821 1419 0444 ( No SMS
)
Telat Datang Interview? Segera Lakukan Hal Ini
| 0 komentar
Kamu pasti pernah mendengar istilah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Namun bisakah istilah tersebut berlaku saat kamu akan diwawancara kerja?
Ketika ada panggilan wawancara dan kamu terlambat, kira - kira apa yang akan kamu lakukan?
Pulang ke rumah atau menghadapi proses wawancara yang seharusnya sudah berlangsung beberapa menit?
Kita memang tidak memprediksi kejadian yang akan datang. Seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi saat kita akan datang interview atau bisa saja musibah yang tiba - tiba terjadi pada hari wawancara kerja, kita tidak bisa memprediksi itu semua bukan?
Saat panggilan interview dari perusahaan idamanmu datang, apa yang akan kamu lakukan jika hal buruk seperti terlambat terjadi kepadamu?
Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Terlambat Datang Wawancara :
Informasikan Keterlambatanmu
Jika memungkinkan, segera beritahu kepada HRD perusahaan yang akan mewawancaraimu bahwa kamu ada musibah dan akan terlambat datang.
Beritahu lewat telepon langsung dan jangan lupa untuk memberitahu kira - kira kapan kamu bisa datang. Bila waktu yang dijanjikan tidak cocok dengan jadwal pewawancara, segera bertanya apakah memungkinkan untuk diatur ulang jadwal untuk interview.
Setiap orang sudah mempunyai jadwal masing - masing. Jika kamu berjanji untuk datang jam 13.30 tapi kamu malah datang jam 14.00, itu artinya kamu sudah mengacaukan jadwal seseorang.
Dengan mengajukan untuk reschedule itu artinya kamu menghargai waktu orang lain.
Siapkan Alasan yang Rasional
Setelah menginformasikan mengenai keterlambatan, hal selanjutnya adalah menjelaskan kenapa kamu terlambat. Sampaikan alasan yang rasional.
Alasan seperti lupa jika ada jadwal interview, macet luar biasa atau ada meeting dadakan merupakan alasan klise yang akan mengernyikan dahi pewawancara.
Alasan yang akan diterima adalah seperti adanya keluarga yang meninggal, adanya pohon tumbang di perjalanan kamu menuju tempat interview atau terjadi tsunami yang menggulingkan kendaraanmu.
Alasan - alasan tersebut kemungkinan akan diterima oleh pewawancara dan tidak terdengar klise. Ingat, usahakan untuk tidak datang terlambat.
Namun, jika kamu terpaksa terlambat, lebih baik kamu menjelaskan alasan keterlambatanmu dengan jujur.
Minta Maaf, Tapi Jangan Lebay
Hal yang tidak kalah penting untuk kamu lakukan ketika datang terlambat adalah meminta maaf, tapi jangan sampai berlebihan.
Sampaikan permintaan maafmu secara professional. Tidak masalah bila kamu meminta maaf melalui telepon ataupun secara langsung, namun lakukan seperlunya dan jangan berlebihan.
Sampaikan permintaan maaf secara sewajarnya dan pastikan kamu mengucapkannya dengan tulus. Sehingga pewawancara tahu bahwa kamu sangat menyesal datang terlambat, tapi jangan sampai berlebihan.
Pewawancara pasti akan mengerti dan akan memaklumi keterlambatanmu. Jika kamu menyampaikan secara berlebihan, ada kemungkinan kamu akan menyampaikan alasan tidak masuk akal.
Dan hal tersebut akan mengganggu pewawancara.
Tenangkan Diri Terlebih Dulu
Biasanya ketika datang terlambat, kamu pasti akan terburu-buru untuk masuk ke ruangan. Padahal itu sangat tidak dianjurkan. Tenangkan diri dulu sekitar 10 menit sebelum masuk ke ruangan wawancara.
Masuk ke dalam ruangan interview dalam kondisi terburu-buru akan meninggalkan kesan yang tidak baik.
Pergunakan waktu 10 menit tersebut dengan melakukan kegiatan yang membuatmu tenang, seperti mendengarkan musik, pergi ke toilet atau fokus ke hal - hal yang membuatmu senang.
Dalam keadaan terburu - buru, tekanan darahmu akan tinggi dan denyut jantungmu pun berdenyut cepat, hal tersebut tentunya akan menimbulkan kesan yang buruk dihadapan pewawancara.
Tetap Berpikir Positif
Datang terlambat memang merupakan awal yang salah, namun jangan sampai hal ini menjatuhkan semangatmu dalam wawancara kerja.
Kamu tetap harus bisa untuk berpikiran positif. Seperti saran dari buku fenomenal The Secret karya Rhonda Byrne, dengan berpikir positif hasil yang akan kamu dapatkan positif pula.
Sampaikan bahwa kamu tidak biasanya untuk datang terlambat. Bayangkan bahwa pewawancara tersebut akan menjadi rekan kerjamu nanti.
Berikanlah ia kesempatan untuk mengetahui dirimu lebih dalam, terutama kelebihan yang kamu punya, seperti caramu menghadapi hal - hal buruk saat akan menghadiri rapat penting.
Dengan kamu mendapat undangan interview, itu artinya sudah 80% perjuanganmu untuk sukses mendapatkan pekerjaan. Jadikan suksesmu 100% dengan menghadiri undangan tersebut.
Buktikan Kamu Bisa Beradaptasi
Di salah satu adegan di film The Pursuit of Happyness, Chris Gadner mengalami kejadian tidak menyenangkan saat akan datang menghadiri interview, yakni pakaian yang ia kenakan sangat tidak sesuai untuk dipakai wawancara kerja.
Walaupun begitu, ia bisa membuktikan bahwa ia bisa beradaptasi dan mengesankan calon rekan kerjanya.
Proses interview dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengetahui diri calon karyawan lebih dalam dan mencari tahu apakah ia cocok dengan posisi tersebut atau tidak.
Bagaimana kamu menempatkan diri saat di bawah tekanan dan bagaimana caramu menangani masalah dapat menjelaskan siapa dirimu sesungguhnya.
Jika kamu datang terlambat saat wawancara, HRD akan menggunakan kesempatan ini untuk menilai bagaimana kamu menangani kejadian tidak terduga dan apa yang akan kamu lakukan untuk menanganinya.
Jika kamu datang terlambat, bukan berarti kesempatan untuk diterima pekerjaan hilang total. Siapkan dirimu dan hadapi situasi tersebut dengan profesional dapat menyelamatkan saat wawancara.
Source : JOBSDB
5 Kata Terlarang Saat Interview
| 0 komentar
Setelah penantian yang panjang, akhirnya perusahaan idamanmu memanggil untuk interview.
Segera, setelah menerima informasi tersebut, kamu pastilah menyiapkan apa yang harus dibawa. Dari mulai mencetak CV, surat lamaran hingga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan.
Sehari sebelum dilaksanakan wawancara kerja, kamu sudah sangat yakin untuk esok datang ke calon kantor barumu.
Tapi tunggu dulu, kamu yakin semuanya sudah kamu persiapkan?
Ya memang dokumen - dokumen pelengkap dan pakaian profesional sudah kamu siapkan. Namun, sudahkah kamu menyiapkan apa yang harus kamu katakan di depan pewawancara?
Sudahkah kamu menyiapkan kata - kata apa yang seharusnya tidak kamu ucapkan?
Tenang saja, berikut kami berikan daftar beberapa kata yang sebaiknya tidak kamu ucapkan saat interview.
Silahkan dibaca
Jangan Ucapkan Kalimat Ini Saat Interview
“ Sepertinya Saya Tidak Bisa Mengerjakannya. ”
Saat wawancara kerja berlangsung, kamu haruslah bisa mempromosikan keahlian dan prestasimu dengan baik.
Satu hal yang harus kamu hindari adalah membuat pewawancara berpikir kamu bukan kandidat yang cocok dengan posisi tersebut. Jika keahlian yang dibutuhkan di pekerjaan tersebut tidak kamu kuasai, sebaiknya kamu beritahu dengan jujur dan yakinkan bahwa kamu bisa menguasai keahlian tersebut seiiring berjalannya waktu.
“ Ya. Tidak. Ya. Tidak. ”
Ingatlah bahwa menjawab pertanyaan dengan satu kata saja tidak akan membawamu ke tahapan setelah interview. Dalam menjawab pertanyaan pewawancara, kamu harus menjawab secara detail pertanyaan tersebut.
Tujuan diadakan wawancara kerja adalah agar pewawancara mengetahui lebih dalam informasi tentang calon kandidat, jadi uraikan secara terperinci jawaban dari setiap pertanyaan pewawancara.
Dengan penjabaran yang detail, kesempatanmu untuk diterima akan semakin besar.
“ Berapa Gaji Saya? ”
Gaji merupakan hal yang utama saat kamu bekerja, namun jangan sampai kamu menanyakan kisaran besar gaji yang akan kamu terima sebelum pewawancara membicarakan masalah gaji terlebih dahulu.
Tunggu sampai pewawancara mengajukan pertanyaan seputar gaji, baru kamu bisa menanyakan gaji dan benefit yang akan kamu dapat. Jika kamu menanyakan masalah gaji terlebih dahulu, pewawancara menganggap kamu hanya akan tertarik kepada uang saja.
“ Atasan Saya Terdahulu Sangat Tidak Menyenangkan. ”
Mantan atasanmu mungkin menjadi salah satu alasan kamu keluar dari pekerjaan terdahulu dan masih ada cerita buruk antara kamu dengan mantan bosmu, namun jangan pernah menceritakan pengalaman burukmu tersebut kepada pewawancara.
Hal ini akan memberikan kesan bahwa kamu menjelek - jelekkan mantan bosmu dan pewawancara akan beranggapan kamu akan melakukan hal yang sama di masa depan.
Jika pewawancara menanyakan pendapatmu tentang kantormu terdahulu, berikan jawaban yang berkaitan dengan kurangnya tantangan dan bagaimana rekan kerja ataupun bosmu yang terdahulu membantu dalam meningkatkan karirmu.
“ Tidak Ada yang Ingin Saya Tanyakan. ”
Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pewawancara adalah, apakah kamu mempunyai pertanyaan atau tidak.
Tunjukkan ketertarikanmu dengan mengajukan pertanyaan seputar posisi yang kamu lamar ataupun tentang perusahaannya.
Kamu bisa mengajukan pertanyaan seperti, seperti apa orang - orang yang akan menjadi tim-mu nanti atau apakah posisi yang akan kamu tempati merupakan posisi baru atau tidak.
Pertanyaan - pertanyaan seperti tadi bisa memberimu sedikit gambaran mengenai seperti apa rekan kerjamu nanti dan pekerjaan apa saja yang akan kamu kerjakan.
Selama interview berlangsung, pikirkan baik - baik jawaban yang akan berikan.
Siapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk interview, seperti dokumen - dokumen dan pakaian yang akan kamu kenakan, maksimal satu hari sebelum hari interview.
Jangan baru menyiapkan dokumen dan pakaian sesaat sebelum berangkat wawancara kerja, ini akan membuatmu terburu - buru dan kamu tidak bisa memberikan yang terbaik saat interview nanti.
Semoga artikel kami membantumu dalam menghadapi interview kerja ya...Good luck!
source : JOBSDB
4 Skill yang Wajib Dicantumkan dalam Resume
| 0 komentar
Setiap industri yang berbeda membutuhkan skill yang berbeda juga, tetapi berikut ini adalah empat skill dasar yang harus dikuasai oleh para pencari dan sudah pasti dicari oleh setiap perusahaan.
Menguasai Teknologi
Kemampuan mengoperasikan komputer dengan software seperti Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan sebagainya, adalah keahlian atau skill yang wajib kamu kuasai.
Hampir semua industri di masa kini menggunakan komputer dan program dasar Microsoft Office untuk menjalankan bisnisnya.
Tingkatkan skill-mu dalam menggunakan software dasar tersebut dengan cara mengikuti kursus atau membaca tutorial - tutorial gratis yang tersedia di internet.
Selain software dasar tersebut, kamu bisa memperkaya keahlianmu dengan mempelajari software lain sesuai kebutuhan bidang pekerjaanmu sebagai nilai tambah.
Misalnya untuk bekerja di bidang kreatif, Photoshop adalah software dasar yang harus dikuasai.
Kemampuan Berkomunikasi
Kemampuan untuk mengekspresikan ide dan pikiran adalah skill yang sangat berharga di setiap industri.
Cara berkomunikasi dengan jelas dan tidak berbelit-belit akan sangat membantu menolongmu mendapatkan pekerjaan. Bacalah buku atau artikel mengenai cara berkomunikasi yang baik dan benar, mulai dari tutur kata sampai gestur tubuh. Berlatihlah bicara di depan cermin untuk terus memantapkan kemampuan komunikasimu.
Skill dalam Customer Service atau Public Relations
Industri - industri di bagian outsourcing, retail, perhotelan, restoran, dan manufaktur adalah beberapa contoh industri yang sangat memerlukan serta mengandalkan tenaga kerja di bagian customer service.
Menjaga hubungan dengan para klien dan memastikan kepuasan pelanggan sangat vital bagi semua perusahaan dan bisnis.
Resume mu akan terlihat lebih mengesankan bila kamu menguasai skill dalam customer service dan public relations. Belajarlah untuk tidak sekedar mendengarkan, namun juga menyimak. Walaupun serupa, tetapi kedua hal tersebut tidak sama lho.
Kepemimpinan dan Kemampuan Beradaptasi
Kemampuan pekerja untuk memimpin sebuah tim adalah nilai plus bagi tiap perusahaan. Akan lebih baik jika si pekerja memiliki kemampuan beradaptasi yang baik.
Memang sih, kemampuan untuk memimpin dan beradaptasi bisa dikatakan sebagai sifat dasar seseorang daripada skill, namun kedua hal ini sangat bisa dilatih dan dibiasakan.
Resumemu akan jauh lebih menarik dan kompetitif bila kamu memiliki kemampuan-kemampuan di atas. Nah menurutmu, apakah skill di atas udah kamu miliki?
Source : JOBSDB
4 Langkah Mudah Menulis Karir Objektif yang Berkesan
| 0 komentar
Terlebih lagi dengan banyaknya elemen yang harus ada di dalam sebuah resume.
Salah satu elemen tersebut adalah karir objektif yang berisi pernyataan bagaimana profile kamu secara umum dan bagaimana kamu memandang karir ke depan. Karir objektif merupakan elemen yang penting dalam resume-mu agar perekrut dapat melihat bagaimana fokus kamu dan seperti apa kamu melihat dirimu.
Hindari penggunaan kata umum untuk penggambaran dirimu di dalam karir objektif, seperti :
“ Berkontribusi di perusahaan IT terkemuka ”
Atau seperti ini :
“ Saya seorang yang pekerja keras dengan minat yang besar sebagai seorang guru. Saya senang belajar untuk menambah pengetahuan dan kemampuan saya sebagaimana minat saya untuk mengajar dan mendidikan jiwa-jiwa muda. Terlebih lagi, saya berkeinginan untuk bekerja dengan para profesional agar dapat mengasah kemampuan saya agar saya dapat berkontribusi lebih di dunia pendidikan ”.
Kedua karir objektif seperti di atas patut dihindari karena, karir objektif yang pertama terlalu general sedangkan yang kedua terlalu ambisius dan menimbulkan kesan sombong.
Stacey Campbell, seorang konsultan karir di Universitas Wilfrid Laurier, menyarankan 4 formula yang bisa kamu ikuti dalam menulis karir objektif.
Langkah Mudah Menulis Karir Objektif yang Berkesan :
Kenali Dirimu
Karir objektif yang berisi penuh dengan kata sifat akan terbaca sedikit membosankan, jadi siasatilah dengan menggunakan kata deskriptif. Jika kamu ingin menekankan pada kemampuan personal, kamu boleh kok menggunakan kata sifat, tapi ingat batasi jangan sampai terlalu banyak.
Penggunaan kata sifat dalam karir objektifmu harus berdasarkan posisi yang kamu lamar. Jika kamu menginginkan posisi sebagai akunting, gunakan kata-kata seperti kemampuan analitik yang bagus dan berfokus pada detail.
Jangan gunakan kata kreatif atau dinamis.
Jangan lupa untuk cantumkan kualifikasi utama yang kamu miliki di dalam karir objektifmu.
Detailkan kualifikasi utama tersebut seperti lulusan baru teknologi informasi, guru level pemula atau profesional kesehatan berlisensi.
Contoh :
“ Lulusan bisnis administrasi yang berwawasan luas dan dapat diajak berkerja sama.. ”
“ Akuntan public yang bersertifikasi dengan kemampuan leadership dan berorganisasi.. ”
“ Blogger lifestyle yang mempunyai latar belakang penulis… ”
Perjelas Posisi yang Akan Kamu Lamar
Dengan memperjelas posisi yang kamu lamar, perekrut akan mengetahui bahwa kamu merupakan seorang yang fokus pada tujuan. Merupakan langkah yang bijak apabila kamu menekankan posisi apa yang kamu lamar.
Kecuali, bila kamu mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan tanpa adanya posisi yang spesifik.
Buatlah karir objektif yang berbeda saat kamu melamar di perusahaan yang berbeda.
Namun ada kalanya, kamu tidak mungkin untuk menjelaskan posisi yang kamu lamar, contohnya saat saat walk in interview.
Pada saat seperti itu kamu bisa menggunakan deskipsi standar, seperti posisi administrasi dibandingkan asisten administrasi.
Contoh :
“ ….mencari posisi akuntan… ”
Cantumkan Pengalaman dan Kemampuan yang Relevan
Sama seperti pemilihan kata saat menggambarkan profil dirimu, kamu juga harus selektif dalam menuliskan pengalaman dan kemampuan.
Hanya pengalaman dan kemampuan yang relevanlah yang harus kamu tulis dalam karir objektifmu.
Lalu, bagaimanakah memilah pengalaman dan kemampuanmu yang sekiranya relevan dengan posisi yang kamu lamar?
Buat daftar apa saja kemampuan yang kamu miliki, kualifikasi dan pengalaman saatkamu akan menulis karir objektif.
Daftar tersebut tidak hanya akan membantumu mengingat apa saja yang telah kamu raih, namun juga sebagai referensi tentang apa saja yang harus tulis di karir objektifmu.
Cantumkan dua atau tiga kemampuan dan pengalaman yang relevan serta keahlian yang kamu kuasai di dalam karir objektif.
Contoh :
“ …..sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan saya di bidang menulis…. ”
“ …..pemanfaatan keahilan saya di bidang teknikal yang kuat, analitik dan kerja kelompok… ”
“ ….pengintegrasian dua pengetahuan saya di bidang hardware dan network troubleshooting… ”
Kontribusimu Untuk Perusahaan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kamu tidak perlu mencantumkan segala hal yang telah kamu raih di dalam karir objektifmu.
Cantumkanlah hal -hal yang relevan saja. Perekrut malah akan lebih tertarik bila kamu mencantumkan apa saja kontribusi yang sekiranya bisa kamu berikan kepada perusahaan.
Untuk menulis kontribusi apa yang bisa kamu berikan, mulailah dengan membaca dengan teliti lowongan pekerjaan dan profil perusahaan yang kamu incar.
Kamu juga dapat membandingkan ke beberapa perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan incaranmu sebagai bahan pertimbangkan. Gunakan informasi tersebut sebagai panduanmu untuk menulis karir objektif.
Contoh :
“ …..berkontribusi kepada perusahaan dibidang IT. ”
“ ….mengembangkan kualitas produk dan pelayanan. ”
“ …..menciptakan website yang responsive dan user-friendly. ”
Bila digabungkan keempat poin di atas akan menjadi :
“ Sebagai lulusan baru di bidang kesejahteraan sosial yang memiliki semangat besar untuk bekerja sebagai Koordinator Kesejahteraan dan Pengembangan sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kemampuan dalam hal koordinasi komunikasi dan tindakan di antara beberapa pihak agar pelaksanaan program kesejahteraan berjalan dengan efektif. ”
Perlu kamu ingat, karir objektif di atas hanyalah sebagai contoh saja dan tidak dapat berlaku untuk semua orang.
Karir objektif di atas hanyalah sebagai panduanmu untuk menulis karir objektif versimu sendiri.
Source : JOBSDB
5 Tips Pindah Kerja ke Bidang Berbeda
| 0 komentar
Apakah kamu seorang lulusan broadcasting yang berminat melamar sebagai account executive di sebuah biro iklan?
Atau kamu adalah insinyur yang ingin menjadi koki?
Sebenarnya pindah kerja ke bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja adalah hal yang lumrah - lumrah saja terjadi.
Berbagai alasan melatarbelakanginya, mulai dari mengejar passion sampai alasan ekonomi.
Orang - orang yang memutuskan untuk pindah kerja ke bidang yang berbeda dengan latar belakangnya biasanya akan dicecar berbagai pertanyaan mengenai keputusan yang diambilnya tersebut, khususnya saat wawancara kerja. Oleh karena itu, sebelumnya kamu harus benar-benar merasa yakin akan keputusan yang diambil.
Jika kamu berminat untuk mengejar passion-mu dan melamar dalam industri yang berbeda dengan latar belakang pendidikan serta pengalamanmu, jangan khawatir, segalanya mungkin dijalani asal kamu mau berusaha.
Ayo, simak tips-tips berikut ini jika kamu ingin melamar di luar bidangmu!
Tips Pindah Kerja Ke Bidang yang Berbeda
Catat Segala Keahlianmu
Ambil selembar kertas dan tulislah pengalaman - pengalaman kerjamu, kelebihan, serta keahlian yang kamu miliki. Jangan batasi dirimu hanya pada jabatan di kantor dan berpikir bahwa jabatanmu sebelumnya tidak relevan dengan posisi baru yang kamu incar.
Benar - benar seleksi apa yang kamu lakukan satu-persatu untuk menemukan keahlian yang relevan untuk pekerjaan selanjutnya.
Misalnya, kamu pernah melatih staf baru, memiliki keahlian presentasi, pernah mengurus acara, atau membuat perencanaan social media.
Tulis juga semua program dan teknologi yang kamu kuasai. Gunakan pengalaman dan keahlian ini untuk menjual kemampuanmu.
Rela Berakit - Rakit ke Hulu
Banting setir ke bidang baru memang membuatmu harus rela menelan harga diri dan gengsi.
Bahkan jika pada pekerjaan sebelumnya kamu sudah mencapai jenjang yang lumayan tinggi, jangan berharap kamu langsung ditempatkan di posisi yang sama tingginya.
Ingat, ini adalah bidang baru yang mungkin belum benar - benar kamu kuasai dan belum kamu miliki pengalamannya.
Jika kamu rela memulai dari bawah, itu akan menunjukkan bahwa kamu kooperatif dan selalu ingin belajar lebih banyak.
Jual Dirimu Lewat Surat Lamaran
Resume memang penting, namun jangan lupakan pula kekuatan surat lamaran.
Tuliskan apa yang tidak ada di resumemu dan buatlah seunik mungkin untuk menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan tersebut.
Pastikan kamu mengetahui tentang perusahaan yang kamu lamar, agar kamu bisa mengaitkan visi dan misi perusahaan dengan tujuanmu melamar.
Benahi Resumemu
Biarpun selama ini kamu merasa resumemu telah solid, pindah kerja ke bidang lain memaksamu untuk melakukan beberapa revisi.
Lihat pengalaman - pengalaman kerjamu yang lama dan tulis ulang deskripsinya agar cocok dengan keahlian yang dibutuhkan perusahaan yang kamu lamar.
Misalnya, jika dulunya kamu adalah seorang perawat dan melamar untuk bekerja di bank, kamu harus fokus dengan kemampuan mengorganisir data dan keahlian intrapersonal.
Buat pengalaman kerjamu mendukung posisi baru yang kamu incar, meskipun berbeda bidang.
Siapkan Wawancara dengan Baik
Wawancara mungkin adalah tahap yang cukup menegangkan.
Cari tahu segala hal tentang perusahaan yang kamu tuju sebelum wawancara.
Cari tahu juga tentang posisi yang kamu lamar secara detail, sehingga kamu mampu menjawab jika pewawancara menanyaimu berbagai hal tentang posisi incaranmu.
Sempatkan latihan wawancara kerja demi menghadapi segala kemungkinan yang ada. Pewawancara pasti mempertanyakan mengapa kamu melamar pekerjaan di bidang yang berbeda dengan latar belakangmu.
Jangan gentar, jawablah dengan yakin dan gunakan pengalaman - pengalamanmu untuk meyakinkan pewawancara bahwa kamu adalah orang yang tepat.
Pindah kerja dibidang lain mungkin terasa sulit, namun jika ada keinginan dan passion, semua akan menjadi mungkin.
Contohnya, ada seorang lulusan institut seni yang memiliki latar belakang bidang fashion yang kemudian pindah kerja untuk berkarier di salah satu bank asing.
Demi menyesuaikan diri di bidang barunya, ia rela belajar ekonomi dari awal meskipun dalam dunia fashion ia telah meraih sejumlah penghargaan.
Jadi, tidak ada yang tak mungkin, asal mau merintis lagi dari bawah.
Siap terima tantangan, atau tetap berkarier di bidangmu saat ini?
The decision is all yours!
Source : JOBSDB
Ini Tahun Monyet Api, Waspadai Dua Sektor di Rumah Anda!
| 0 komentar
Memang, meski perayaan Imlek jatuh pada 8 Februari 2016 mendatang, akan tetapi energi langit sudah berganti ke tahun Monyet pada 5 Februari 2016.
Oleh karena itu, bayi yang lahir setelah 5 Februari 2016 akan memiliki shio (animal sign) Monyet, bukan Kambing.
Monyet, merupakan simbol dari elemen Logam. Dengan demikian, Monyet Api merupakan pasangan dari elemen Logam dan elemen Api.
Sebagaimana diketahui, dalam hukum energi alam, hubungan antara Logam dan Api adalah hubungan tidak harmonis. Nuansa ketidakharmonisan itu akan mempengaruhi alam beserta isinya secara makro.
Frekuensi dan intensitas konflik akan meningkat di berbagai tingkatan, baik itu pada rumah tangga, lingkungan kerja, politik, regional, maupun internasional.
Ketidakselarasan energi itu juga memicu meningkatnya risiko kecelakaan pesawat terbang dan kapal laut.
Peta energi berdasarkan perhitungan Bintang Terbang (Flying Star) tahun 2016, bintang 2 berada di pusat. Hal itu mengindikasikan bahwa akan muncul masalah epidemic atau wabah penyakit.
Pergantian energi akan berdampak secara mikro terhadap individu dan bangunan. Pengaruh terhadap individu, tidak dilihat berdasarkan shio (animal sign) seseorang, tetapi harus dilihat dulu peta nasib seseorang secara menyeluruh berdasarkan perhitungan Ba Zi (baca: pa che).
Energi Bangunan
Bagi orang awam, hal ini cukup rumit. Jika energi Logam Api merupakan energi yang dibutuhkan seseorang, maka dapat disimpulkan keberuntungan (hoki) orang tersebut di tahun 2016 ini akan baik, dan sebaliknya.
Mengingat hoki ini merupakan bawaan dari langit yang tidak bisa diubah, maka akan lebih bermanfaat jika memberi perhatian keberuntungan bumi, yaitu energi bangunan yang ditempati.
Adapun dua sektor yang perlu diwaspadai dalam bangunan adalah sektor yang menjadi tempat San Sha dan Tai Sui. San Sha di tahun Monyet Api 2016 terletak di sektor Selatan.
Sementara itu, Tai Sui berada di sektor Barat Daya. Hal pentingnya adalah jangan mengganggu sektor ini dengan melakukan penggalian tanah, perobohan tembok, atau kegaduhan lainnya.
Kegaduhan yang ditimbulkan oleh tetangga juga harus diwaspadai, karena berdampak pada bangunan yang ada di dekatnya.
Jika di sektor-sektor tersebut terpaksa harus ada renovasi besar sehingga menimbulkan suara gaduh, ada baiknya penghuni bangunan mengungsi terlebih dahulu di tempat lain untuk sementara waktu.
Disarankan, tahun ini hindari untuk mengatur tempat duduk Anda membelakangi Selatan dan Timur Laut. Untuk analisa lebih mendetail mengenai energi bangunan di 2016.
Source : LINDA KHO
5 Tanda Saatnya Anda Keluar dari Pekerjaan
| 0 komentar
Bisa dimaklumi bila terkadang Anda merasa suntuk dan bosan dengan pekerjaan Anda. Ini hal yang cukup umum, apalagi bila Anda telah bekerja cukup lama dalam suatu perusahaan dan terkadang merasa tidak suka dengan pekerjaan Anda. Tidak ada salahnya bila sesekali Anda merasa ingin berhenti kerja, tetapi ketika perasaan itu mulai mengganggu Anda dan rasa tidak suka bertambah dalam, mungkin inilah waktunya untuk berhenti kerja dari tempat tersebut.
Pertanyaannya adalah, kapan Anda tahu bahwa ini sudah waktunya untuk berhenti kerja?
Anda Merasa Tidak Fokus Setiap Hari
Memang ada waktunya di mana Anda merasa jenuh dan tidak fokus dengan pekerjaan. Tetapi, bila hal ini terjadi setiap hari dalam seminggu, mungkin itu bisa menjadi pertanda. Apalagi bila Anda merasa mudah terganggu dengan hal-hal kecil, susah berkonsentrasi, dan Anda tahu perilaku Anda merugikan perusahaan. Mungkin ini pertanda Anda harus berhenti kerja. Bila Anda benar-benar menyukai pekerjaan Anda, Anda akan merasa bersalah telah bekerja dengan setengah hati dan tidak maksimal.
Anda Benci Hari Senin
Memang, perasaan ini normal untuk semua orang, tetapi bila Anda merasa akhir pekan Anda berlalu begitu cepat karena Anda mengkhawatirkan datangnya hari Senin, mungkin ini waktunya Anda mempertimbangkan untuk berhenti kerja. Akhir pekan seharusnya digunakan untuk bersantai, bukannya malah kelewat stres dan tidak mood memikirkan datangnya hari Senin.
Nilai dan Visi Anda Tidak Lagi Sejalan dengan Perusahaan
Ketika nilai dan visi Anda sudah tak lagi sejalan dengan perusahaan, apapun yang mereka katakan dan lakukan akan Anda anggap omong kosong belaka. Anda akan lebih sukar bertindak dan bekerja secara profesional. Hal ini akan berdampak sangat negatif terhadap kinerja dan nama baik Anda.
Anda Sama Sekali Tidak Memikirkan Urusan Kantor
Tentunya bukan berarti Anda harus selalu memikirkan tentang pekerjaan atau urusan kantor sepanjang waktu. Tetapi ketika Anda tidak memikirkannya sama sekali, itu bisa menjadi pertanda. Kehidupan kantor adalah bagian tambahan di kehidupan pribadi Anda. Karyawan yang menyukai pekerjaannya akan memikirkan bagaimana mereka bisa meningkatkan produktivitas dan kinerjanya di kantor. Mereka akan memikirkan apa yang mereka bisa lakukan dengan lebih baik lagi di kantor. Ketika Anda memikirkan pekerjaan Anda hanya sekedar pekerjaan dan sumber keuangan, mungkin Anda harus berpikir ulang tentang berhenti kerja.
Anda Membeberkan Hal-hal Negatif di Kantor kepada Teman-teman Anda
Pastinya Anda pernah bertemu dengan teman kantor yang selalu mengeluh tentang pekerjaan mereka. Mungkin awalnya Anda berusaha menghindari mereka agar tidak berpikir negatif tentang tempat kerja Anda. Tetapi, ketika Anda mulai sering ikut mengeluhkan pekerjaan bersama mereka, bahkan mengeluh kepada teman-teman di luar kantor dan keluarga Anda, mungkin ini waktunya Anda berhenti kerja.
Keputusan untuk berhenti kerja dan mengejar sesuatu yang benar-benar Anda sukai adalah keputusan yang sulit. Tentunya ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan selain alasan-alasan yang dijelaskan diatas. Percayalah pada insting Anda dan pertimbangkan dulu secara matang. Sikap dan mental Anda adalah dua faktor terpenting yang akan berdampak kepada performa pekerjaan Anda. Anda bisa mencoba untuk mengubah persepsi Anda terhadap pekerjaan dan lihat apakah itu berhasil.
Apakah Anda pernah merasa tidak betah dengan pekerjaan Anda?
Pertanyaannya adalah, kapan Anda tahu bahwa ini sudah waktunya untuk berhenti kerja?
Anda Merasa Tidak Fokus Setiap Hari
Memang ada waktunya di mana Anda merasa jenuh dan tidak fokus dengan pekerjaan. Tetapi, bila hal ini terjadi setiap hari dalam seminggu, mungkin itu bisa menjadi pertanda. Apalagi bila Anda merasa mudah terganggu dengan hal-hal kecil, susah berkonsentrasi, dan Anda tahu perilaku Anda merugikan perusahaan. Mungkin ini pertanda Anda harus berhenti kerja. Bila Anda benar-benar menyukai pekerjaan Anda, Anda akan merasa bersalah telah bekerja dengan setengah hati dan tidak maksimal.
Anda Benci Hari Senin
Memang, perasaan ini normal untuk semua orang, tetapi bila Anda merasa akhir pekan Anda berlalu begitu cepat karena Anda mengkhawatirkan datangnya hari Senin, mungkin ini waktunya Anda mempertimbangkan untuk berhenti kerja. Akhir pekan seharusnya digunakan untuk bersantai, bukannya malah kelewat stres dan tidak mood memikirkan datangnya hari Senin.
Nilai dan Visi Anda Tidak Lagi Sejalan dengan Perusahaan
Ketika nilai dan visi Anda sudah tak lagi sejalan dengan perusahaan, apapun yang mereka katakan dan lakukan akan Anda anggap omong kosong belaka. Anda akan lebih sukar bertindak dan bekerja secara profesional. Hal ini akan berdampak sangat negatif terhadap kinerja dan nama baik Anda.
Anda Sama Sekali Tidak Memikirkan Urusan Kantor
Tentunya bukan berarti Anda harus selalu memikirkan tentang pekerjaan atau urusan kantor sepanjang waktu. Tetapi ketika Anda tidak memikirkannya sama sekali, itu bisa menjadi pertanda. Kehidupan kantor adalah bagian tambahan di kehidupan pribadi Anda. Karyawan yang menyukai pekerjaannya akan memikirkan bagaimana mereka bisa meningkatkan produktivitas dan kinerjanya di kantor. Mereka akan memikirkan apa yang mereka bisa lakukan dengan lebih baik lagi di kantor. Ketika Anda memikirkan pekerjaan Anda hanya sekedar pekerjaan dan sumber keuangan, mungkin Anda harus berpikir ulang tentang berhenti kerja.
Anda Membeberkan Hal-hal Negatif di Kantor kepada Teman-teman Anda
Pastinya Anda pernah bertemu dengan teman kantor yang selalu mengeluh tentang pekerjaan mereka. Mungkin awalnya Anda berusaha menghindari mereka agar tidak berpikir negatif tentang tempat kerja Anda. Tetapi, ketika Anda mulai sering ikut mengeluhkan pekerjaan bersama mereka, bahkan mengeluh kepada teman-teman di luar kantor dan keluarga Anda, mungkin ini waktunya Anda berhenti kerja.
Keputusan untuk berhenti kerja dan mengejar sesuatu yang benar-benar Anda sukai adalah keputusan yang sulit. Tentunya ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan selain alasan-alasan yang dijelaskan diatas. Percayalah pada insting Anda dan pertimbangkan dulu secara matang. Sikap dan mental Anda adalah dua faktor terpenting yang akan berdampak kepada performa pekerjaan Anda. Anda bisa mencoba untuk mengubah persepsi Anda terhadap pekerjaan dan lihat apakah itu berhasil.
Apakah Anda pernah merasa tidak betah dengan pekerjaan Anda?
Source : Jobsdb
















